Ada Penghuni Baru di Lantai Satu Rusunawa Pringsewu

…tempat yang digunakan harus mengutamakan akses yang mudah untuk keluar masuk…

Pringsewu, BPBD.

Sekadar mengingatkan, pasca-kejadian terbakarnya kantor Wakil Bupati Pringsewu, H. Fauzi, pada 21 Mei 2019 lalu, BPBD Kabupaten Pringsewu menempatkan satu regu Satgas Pemadam Kebakaran untuk berjaga di kompleks perkantoran pemerintah daerah. Imbas kebijakan ini, jumlah satgas yang piket di pos komando (posko) kantor BPBD dan posko Sukoharjo, berkurang. Sebelumnya, dalam satu kali piket 24 jam terdiri atas 10 orang yang terbagi ke dua posko di atas, dengan formasi 5-5. Lima orang adalah jumlah piket yang cukup ideal dalam satu posko karena satu orang bisa bertindak sebagai driver mobil pemadam, tiga bertugas memadamkan, dan satu orang tinggal di posko untuk menjaga radio komunikasi.

Sedangkan, dengan kemunculan posko “bayangan” ketiga di kompleks pemerintah daerah saat ini, formasi yang tadinya 5-5 berubah menjadi 4-4-2, dengan rincian empat orang masing-masing di Posko Sukoharjo dan Posko Pemda, serta dua orang di Posko BPBD. Tentunya sudah ada pertimbangan tersendiri kenapa jadwal piket di Posko BPBD hanya menyisakan dua orang, mengingat ada tiga orang satgas dan satu tenaga kontrak yang selalu hadir di kantor. Maka, dua orang yang terjadwal piket di Posko BPBD akan mendapat bantuan dari empat orang tersebut.

Selain menyebabkan berubahnya formasi piket, Posko Pemda turut menyebabkan munculnya satu kebutuhan baru: tempat jaga yang nyaman. Sejak hari pertama bertugas di kompleks pemda, tepatnya di belakang kantor kesekretariatan daerah, satu regu hanya menghuni sebuah saung yang terbuka. Saung tersebut memang nyaman bagi para pengunjung kantin yang letaknya bersebelahan, dan bagi para pengunjung kompleks pemda yang ingin leyeh-leyeh sambil menikmati semilir angin di tepi sawah. Namun, bagi empat orang satgas yang diharuskan berjaga selama 24 jam, bisa bikin masuk angin, Bos! Pagi ke sore melawan embusan angin. Malamnya melawan nyamuk. Tetapi, ya, namanya pengabdian ke masyarakat, piket tetap menjalankan tugas.

Salah seorang Satgas Damkar BPBD masuk angin karena terlalu bersemangat

Mengeluh tanpa disertai usaha adalah sia-sia. Begitu menurut M. Khotim selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu, saban mendengar “anak-anak” satgas meminta tempat berjaga yang nyaman. Sehingga, M. Khotim sebagai pemimpin terus-menerus mengajukan tempat untuk beristirahatnya piket yang bertugas. Hingga akhirnya kabar bahagia itu datang juga. Atas kebijakan Bapak Bupati Pringsewu, H. Sujadi, diberikanlah sebuah tempat yang nyaman. Tempat itu berupa sebuah kamar di rumah susun sederhana sewa atau yang biasa disebut rusunawa. Bangunan berlantai lima yang baru diresmikan pada 16 Agustus lalu tersebut dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu.

Serah terima kunci ruang bernomor 114 dilakukan pada hari Kamis siang, 10 Oktober 2019, secara langsung di lokasi. Dinas PUPR mewakilkan penyerahan kunci kepada Abimanyu Novandi (Staf Seksi Penyediaan Rumah Khusus dan Rumah Susun) dan Ponco Sugiarto (Staf Seksi Perencanaan dan Pengendalian Perumahan). Sedangkan BPBD Kabupaten Pringsewu mengutus Aris Daryanto Oktariya (Kepala Seksi Rehabilitasi) dan Pandu Herlambang (Analis Mitigasi Bencana). Mengenai pemilihan ruang nomor 114 yang berada di lantai satu Rusunawa Pringsewu, merupakan hasil kesepahaman antara BPBD dan Dinas PUPR, bahwa tempat yang digunakan harus mengutamakan akses yang mudah untuk keluar masuk satgas damkar bilamana dibutuhkan dalam kondisi darurat. Atas semua pengertian ini, BPBD Kabupaten Pringsewu mengucapkan terima kasih.

Terima kasih dari BPBD kepada Bupati Pringsewu, H. Sujadi, dan jajarannya

Setelah proses serah terima usai, kunci segera dititipkan kepada komandan regu yang piket hari itu, Riduwan, untuk dilakukan langkah selanjutnya berupa pembersihan ruangan dan tentu saja mengecek kelengkapan APAR. Jadi, dengan demikian, tiga regu piket Satgas Damkar BPBD Pringsewu telah dilengkapi tempat untuk berteduh dari panas dan hujan. Kondisi ini diharapkan meningkatkan etos kerja dan semangat para anggota satgas yang bernaung di bawah BPBD.

Terakhir, sebagai peringatan bersama. Kondisi nyaman tentu saja bisa melenakan. Untuk itulah BPBD Kabupaten Pringsewu tidak lelah untuk memberi peringatan kepada masyarakat agar waspada dari bencana berupa kekeringan, karhutla yang mengancam di musim kemarau, banjir di musim hujan, hingga musibah kebakaran akibat keteledoran. Namun, bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi bencana serta musibah tetap terjadi, segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Salam BPBD: tanggap, tangkas, tangguh!

(p&u)

Leave a Response