Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan 20 persen logistik di pos kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris BPBD Provinsi Lampung Muhammad Fadli kepada wartawan Saibumi.com Senin, 20 Februari 2017.

“Seluruh Provinsi Lampung rawan bencana. Kabupaten Pesisir Barat ancaman tsunami, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Barat, Bandar Lampung, dan Pesawaran. Karena terdapat patahan Sumatera di Lampung Barat. Patahan sesar semako di Tanggamus juga sering gempa,” tuturnya.

Menurutnya, dari ujung Nangroe Aceh Darussalam hingga ke Tanggamus, Provinsi Lampung merupakan rawan gempa karena terdapat patahan. “O ya kita kan ada posko siaga bencana di masing-masing kabupaten/kota 24 jam. Kita bekali mereka logistik 20 persen disiapkan di gudang mereka,” imbuhnya.

Fadli menerangkan bahwa kalau disini ada 80 persen logistiknya. “Kita dapat bantuan dari BNPB logistiknya. Datang itu bisa dua tronton. Logistiknya itu peralatan untuk anak-anak, tenda, pembalut, selimut, makanan siap saji dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Dia menjelaskan setiap logistik dikirim dari BNPB langsung dibagikan 20 persen ke masing-masing kabupaten/kota. “Pos anggaran untuk siaga bencana dari Pemerintah Provinsi tahun 2017, BPBD menerima Rp3,5 miliar dan lebih sedikit dari tahun lalu yang mencapai Rp7 miliar. Inikan karena defisit,” terangnya.

Fadli menambahkan bulan dua ini puncak musim hujan dan disiagakan untuk bencana. “Tim reaksi cepat selalu siaga dan kita juga memiliki piket jaga di kantor yang stand by untuk memberikan informasi. Untuk informasi dilapangan juga kerjasama dengan RAPI,” tandasnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto

Leave a Response