BPBD Anjurkan Bakar Yang Satu Ini Di Malam Tahun Baru

Bila rajin menyimak kabar-kabar di tahun-tahun sebelumnya, pasti ada saja peristiwa kebakaran di malam pergantian tahun…

Pringsewu, BPBD.

Seperti yang dulur-dulur ketahui, dalam hitungan jam, tepatnya pukul 00.01 WIB, tahun 2019 akan menjadi masa lalu dan berganti dengan 2020. Sudah bikin resolusi tahun baru 2020? Kalau belum, masih sempat untuk membuatnya dalam bentuk tulisan di kolom status Facebook, status Twitter, status Whatsapp, atau meneriakkannya nanti sebelum tengah malam. Apabila pikiran buntu untuk melahirkan sebuah resolusi, ada sebuah judul yang biasanya digunakan generasi santuy dan “kaum rebahan” khas millennials: “Resolusi saya adalah menanti akhir tahun 2020 untuk membuat resolusi 2021”. Ya, begitulah. Tolong jangan diseriusi.

Resolusi BPBD Kabupaten Pringsewu Tahun 2020: Mobil Damkar Baru 🙂

Pastinya, mulai dari detik perdana tahun baru, kita mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik. Bila target-target di tahun 2019 belum tercapai seluruhnya, baik dikarenakan sifat malas yang masih melekat atau hambatan di luar kuasa manusia, maka saatnya menggarap hal-hal yang kurang dengan upaya yang lebih sungguh-sungguh. Begitupun BPBD Kabupaten Pringsewu sebagai sebuah instansi yang fokus pada pelayanan masyarakat, tidak lepas dari target perbaikan demi perbaikan di tahun 2020. Kami masih memasang target ideal satu kecamatan dijaga satu mobil pemadam kebakaran. Juga call center dengan 3 digit untuk memudahkan dan mempercepat laporan kejadian dari korban bencana. Bagaimana dengan target kantor baru dengan desain yang sesuai kebutuhan dan berlokasi di pusat kabupaten? Boleh, bos!

Namun, sembari mengejar target-target besar dan ideal seperti di atas, BPBD Kabupaten Pringsewu tidak lantas lalai dari target-target kecil yang lebih wajar dan diprioritaskan. Seperti, misalnya, peningkatan kapasitas pegawai, baik ASN maupun tenaga kontrak; perapian administrasi; dokumentasi kejadian dan penanggulangan bencana; dan lainnya. Meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan juga bagian dari target-target kecil tahunan. Apalagi di hari-hari yang menjadi perayaan banyak orang seperti Natal dan Tahun Baru 2020.

Suasana di dalam Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 Kabupaten Pringsewu

Di Kabupaten Pringsewu, sejak tanggal 22 Desember 2019, telah didirikan posko pengamanan di Rest Area dan Pendopo Kabupaten. Tujuannya untuk membantu pengamanan Natal dan pergantian tahun. BPBD Kabupaten Pringsewu turut andil dalam agenda vital ini bersama aparat dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Kesatuan Polisi Pamong Praja, Pramuka, RAPI, ORARI, dan PMI. Hingga tanggal 2 Januari 2020, seluruh warga Kabupaten Pringsewu yang telah merayakan Natal dan ingin merayakan pergantian tahun, menerima pelayanan prima dari Satgas Damkar dan Penanggulangan Bencana dari BPBD yang berjaga 24 jam.

Apel saat gelap menandakan pergantian sif malam
Apel saat terang menandakan pergantian sif siang

Pelayanan prima seperti apa yang bisa didapatkan dari Satgas Damkar dan Satgas Penanggulangan bencana jelang malam pergantian tahun baru? Pokoknya, bukan pelayanan yang aneh-aneh. Meskipun hampir mirip layanan “palugada”, hendaknya masyarakat Kabupaten Pringsewu ikut memahami tugas pokok BPBD Kabupaten Pringsewu dalam penanggulangan bencana dan kebakaran. Mungkin–semoga tidak–ada warga yang terlalu antusias menyaksikan pertunjukkan kembang api dari atap rumah, kemudian jatuh tergelincir. Ya, silakan hubungi BPBD agar mendapat pertolongan dari satgas ditemani rombongan dari Dinas Kesehatan. Contoh lagi, ada rumah warga yang terbakar karena bermain mercon atau petasan. Lekas hubungi nomor kantor BPBD atau ponsel pegawai BPBD manapun yang anda kenal. Seluruh pegawai BPBD berstatus on call di luar jam kerja resmi.

Pegawai BPBD walau sedang bertakziah, tetap siap menerima panggilan darurat (on call)

Sebelum itu, dulur-dulur sekalian. Mengapa dalam merayakan pergantian tahun baru mesti dengan membakar mercon atau petasan? Bukankah membakar jagung, ubi, atau sate lebih seru dan oke? Memang dua aktivitas ini sama-sama membutuhkan api yang menyala, tetapi mercon atau petasan sifatnya mengganggu ketentraman sekaligus menimbulkan ancaman kebakaran. Kebakaran adalah munculnya api yang tidak diinginkan. Bila rajin menyimak kabar-kabar di tahun-tahun sebelumnya, pasti ada saja peristiwa kebakaran di malam pergantian tahun yang menimpa rumah berpenghuni. Padahal, kebakaran adalah musibah yang sangat bisa dihindari karena sebabnya dari kelalaian manusia.

Untuk itu, BPBD Kabupaten Pringsewu mengimbau agar warga Kabupaten Pringsewu tidak bermain-main dengan mercon atau petasan. Pilihlah kegiatan perayaan yang minim risiko mencelakai diri maupun orang lain. Menyaksikan pertunjukkan musik, boleh. Senggol bacoknya yang jangan. Macam orang tempo dulu banget, dah. Adakah yang lebih sip lagi dari pertunjukkan musik? Mungkin ada komunitas pecinta syair atau puisi yang menggelar malam pembacaan. Carilah sendiri. Masih kurang syahdu? Bagi yang beragama Islam, silakan hubungi teman-teman atau saudara yang menjadi aktivis masjid, baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, LDII, Salafy, atau lainnya. Niscaya ada tawaran untuk mengikuti pengajian sembari mengingat kesalahan-kesalahan kita sebagai hamba-Nya sepanjang tahun 2019.

Baiklah, sebelum diberi gelar tukang ceramah, BPBD Kabupaten Pringsewu kembali mengingatkan sebagai berikut. Bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi bencana serta kebakaran tetap terjadi, jangan lepas dari kesiapsiagaan. Segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Salam BPBD: tanggap, tangkas, tangguh!

(p&u)

Leave a Response