BPBD “Borong” Data Tiga Kebakaran Dalam Satu Hari, Ini Hasilnya

Jono menerima penjelasan yang lugas dari Sekretaris BPBD, kemudian memakluminya.

Pringsewu, BPBD.

“Baju, celana, buku, sayuran, boleh diborong. Kalau kebakaran, mah, jangan!” Kira-kira demikian suara hati Sekretaris BPBD Kabupaten Pringsewu, Teguh Prasetyo, saat mengawal tim pendataan pascakebakaran, Selasa (20/8) kemarin.

Mendata menu makanan yang dijual di warung pinggir jalan.

Bagaimana tidak, dalam hitungan lima hari terakhir telah terjadi tiga peristiwa kebakaran. Berhubung di waktu yang sama pegawai BPBD Kabupaten Pringsewu terpecah fokusnya di banyak kegiatan, maka pendataan kejadian kebakaran dilakukan sekaligus pada Selasa, 20 Agustus 2019, sejak pukul 08.30 sampai dengan 13.00 WIB. Berikut ini kejadian kebakaran yang datanya berhasil dihimpun oleh tim.

Pertama, pada Jumat, 16 Agustus, bertempat di Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo. Sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum waktu masuk Isya, api terlihat telah membubung di atap bakal dapur umum yang didirikan di lahan kosong belakang rumah milik KH. Munawir, Katib Syuriyah PCNU Pringsewu. Berdasarkan pengakuan adik korban, Nopi (35), kemunculan api sama sekali tidak terduga. Pasalnya, bangunan yang belum lama didirikan olehnya tersebut belum tersambung arus listrik. Ditambah lagi tidak ada kegiatan pembakaran sampah dan semacamnya di dekat lokasi. Alhasil, tim pendata dari BPBD hanya menduga kuat api muncul dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan, dan mengenai tumpukan kayu serta daun di sekitar bangunan.

Masih menurut penuturan saksi, setelah api muncul, warga bergotong-royong memadamkan sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba. Beruntung, bakal dapur umum berukuran 4×4 meter dan berbahan kayu tersebut belum diisi barang-barang berharga, sehingga nilai kerugian materiel ditaksir mencapai Rp5.000.000, dihitung dari genting yang rusak dan kayu yang terbakar.

Wakil Bupati Pringsewu didampingi Kepala Pelaksana BPBD meninjau lokasi kebakaran

Kebakaran yang kedua terjadi pada hari Sabtu, 17 Agustus, pukul 08.30 WIB, di Pekon Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo. Saat laporan diterima, 40 personel Satgas Damkar sedang bersiap mengikuti upacara penaikan bendera di lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Serta merta satu mobil pemadam diberangkatkan, dan sebagian personel meninggalkan lapangan upacara. Keterangan dari Jono Wiyanto (39), pemilik gudang yang terbakar, saat petugas pemadam tiba di lokasi, api sudah berhasil dijinakkan oleh dirinya bersama warga. Selain melakukan penyiraman, dirinya dan warga merobohkan gudang demi menghindari api merambat ke bangunan rumah. Adapun gudang yang terbakar berisi aksesoris dan spare part kendaraan roda dua, yang dijual di bengkel milik Jono. Namun, satu mobil miliknya telanjur terkena dampak dari hawa panas karena terparkir dekat dengan titik api.

Tim pendataan menangkap sedikit kekecewaan dari penuturan singkat korban, sehingga kesempatan ini digunakan Sekretaris BPBD Kabupaten Pringsewu menjelaskan secara rasional tentang kondisi pelayanan terbaru. Bahwa saat ini BPBD hanya memiliki tiga mobil pemadam yang harus difungsikan 10 personel setiap harinya. Tiga mobil ini diharuskan berjaga di kantor BPBD, kantor Kesekretariatan Daerah, dan posko Kecamatan Sukoharjo. Ditambah, jelang peringatan kemerdekaan, BPBD banyak dimintai bantuan oleh pegawai kecamatan dan kelurahan untuk menyiram lapangan, sehingga posisi mobil pemadam tersebar. Belum lagi soal jarak dan waktu tempuh dari posko terdekat ke lokasi kebakaran. Faktor jalan yang bergelombang, dan kepadatan lalu lintas.

Jono Wiyanto memberikan keterangan kepada tim pendataan BPBD Pringsewu

Jono menerima penjelasan yang lugas dari Sekretaris BPBD, kemudian memakluminya. Mengenai kerugian materiel yang diderita, dirinya tidak terlalu memikirkan karena penyebab kebakaran adalah putranya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Berawal dari membakar sampah, api menjalar ke daun pohon pisang yang telah mengering, lalu membesar. Rumah yang berbatasan langsung dengan sawah memberi jalan bagi angin berembus kencang, sehingga kobaran api mencapai gudang.

Usai memberikan keterangan, Jono menerima saran dari Sekretaris BPBD Kabupaten Pringsewu untuk menyediakan tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumah atau bengkelnya. Alasan pengadaan APAR ini kuat, mengingat di bengkel milik Jono terdapat bahan mudah terbakar yang berisiko terpantik alat-alat yang tersambung arus listrik.

Bergeser ke kediaman seorang guru, Asih Rahayu (45), di Jalan Raden Intan, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo. Musibah kebakaran yang ketiga diakibatkan sikap kurang waspada korban yang membakar sampah di gudang bagian belakang rumah, Selasa pagi (20/8) pukul 07.30 WIB. Setelah menyalakan api, korban kembali pergi mengajar ke sekolah yang letaknya berdampingan dengan rumah. Hanya soal waktu bagi api untuk menjalar ke tumpukan kayu kering dan sebuah ban mobil bekas. Kepulan asap hitam mengundang perhatian tetangga di belakang rumah. Menyadari sedang terjadi kebakaran, warga langsung melompati dinding bagian belakang rumah korban. Api berhasil dipadamkan sebelum membesar menggunakan air yang berasal dari pipa rumah korban.

Ketika didatangi tim pendataan dari BPBD Kabupaten Pringsewu, Asih Rahayu berulang kali mengucapkan permohonan maaf atas kelalaiannya. Dirinya pun mengungkapkan perasaan malu karena telah merepotkan tetangga. Menanggapi sikap korban, tidak banyak kata yang diucapkan Sekretaris BPBD selain menasihati untuk tidak mengulangi kelalaian. Setelah melakukan pendataan, disimpulkan tidak ada kerugian materiel dalam musibah di tempat ini karena api baru sempat membakar beberapa batang kayu bekas dan sebuah ban.

Musim kemarau menjadikan kayu dan aneka jenis sampah menjadi bahan-bahan yang lebih mudah terbakar. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya musibah kebakaran di lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Pringsewu tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam menghadapi datangnya bencana alam maupun musibah kebakaran.

Bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan,tetapi bencana serta musibah tetap terjadi, segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Leave a Response