BPBD Tetap Berikan Perhatian, Meski Virus Memisahkan

… bukan berarti kita harus memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial…

Pringsewu, BPBD.

Pagi, para sedulur BPBD Kabupaten Pringsewu! Semoga kalian tetap sehat dan ceria selama menjalani anjuran dari pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah. Kemudian, kepada umat Hindu sekalian, kami ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1942. Damai di Bumi, damai di hati.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, satu per satu imbauan (bentuk tidak baku: himbau, himbauan) maupun anjuran agar seluruh warga membatasi aktivitas di luar rumah telah diterbitkan oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Memang, hingga detik ini belum ada keputusan untuk melakukan lockdown dengan alasan ekonomi dan sebagainya, tetapi sebagai gantinya pemerintah pusat telah berupaya melakukan rapid test dengan menyiapkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan.

Masih berkenaan dengan pengurangan kegiatan, baru-baru ini atau tepatnya pada Jumat (20/3/2020) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO secara resmi menganjurkan penggantian penggunaan frasa social distancing menjadi physical distancing. Alasan penggunaan frasa ini adalah, untuk mengklarifikasi bahwa ada perintah untuk berdiam diri di rumah demi mencegah penyebaran COVID-19. Namun, bukan berarti kita harus memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial. Oleh karena itu, anjuran physical distancing yakni menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar dianggap lebih tepat dan mudah dipahami.

Nah, untuk urusan physical distancing, BPBD Kabupaten Pringsewu sudah melakukannya dengan tertib sejak Keputusan Bupati Pringsewu Nomor: B/310/KPTS/D.02/2020 Tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) disahkan pada 20 Maret tahun 2020. Gambarannya, ketika rapat di kantor, antar pegawai BPBD mengambil jarak duduk minimal satu meter. Kemudian, saat apel pagi dan sore, perintah setengah lengan lencang kanan dijadikan lencang kanan. Iya, nggak, sih?

Akan tetapi, di tengah kondisi yang mengharuskan physical distancing diterapkan sekalipun, BPBD Kabupaten Pringsewu tetap memberikan perhatian kepada para sedulur meski virus cinta memisahkan. Ah, pawang geni iso wae!

Pawang Geni Asolole!

Betulan ini, lur. BPBD Kabupaten Pringsewu pimpinan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Edi Sumber Pamungkas, terus menjaga kedekatan hati antara pengayom dan masyarakat. Buktinya, sejumlah kegiatan yang mengharuskan pegawai BPBD berada di luar kantor tetap dilangsungkan. Kamis lalu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog), Sugeng Pramono, beserta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagan (Kabid PKS), Marwan, meninjau ketersediaan pangan di tiga pasar sekaligus. Pasar-pasar yang dimaksud yakni Pasar Gadingrejo, Pasar Pringsewu, dan Pasar Pagelaran. Tujuan kegiatan ini selain untuk mengecek suplai sembilan bahan pokok, juga untuk mengimbau kepada para penjual dan pembeli agar menjauhi prilaku panic buying. Apa itu panic buying? Yaitu bila terjadi pembelian sejumlah kebutuhan pokok dalam jumlah besar yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan niatan menimbun, dalam situasi yang tidak pasti. Situasi yang tidak pasti itu, ya, seperti di negara lain yang diterapkan lockdown sehingga warganya berpikir perlu untuk memenuhi lemari pendingin dan gudang dengan bahan pangan dalam jumlah yang mencukupi untuk waktu yang lama.

Padahal, pemerintah Republik Indonesia belum memutuskan larangan keluar rumah, sehingga tidak ada alasan panic buying bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pringsewu. Tetaplah belanja kebutuhan sehari-hari seperti biasa, baik itu sembako, popok bayi, tisu toilet, maupun kebutuhan yang saat ini dianggap penting seperti halnya hand sanitizer dan masker. Sebagai penegas, silakan disimak pesan dari Wakil Bupati Pringsewu, Hi. Fauzi, di bawah ini.

Jika hari Kamis jalan-jalan di pasar, pada malam esoknya Kalaksa dan Kabid Darlog BPBD Kabupaten Pringsewu “bermain air” di Pekon Sumberdadi, Kecamatan Ambarawa, yang mana digenangi air setinggi betis orang dewasa. Kalau sudah urusan keluar rumah malam-malam, selain ancaman virus, pegawai BPBD juga menghadapi ancaman masuk angin dan teguran nyonya di rumah. Ahay!

Untuk kegiatan pada hari Senin (23/3/2020) lalu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pringsewu sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah kantor yang berada di kompleks pemerintah daerah. Untuk cairan disinfektan dan tata cara penyemprotannya, tentu saja BPBD telah mengikuti prosedur yang diberikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas. Penyemprotan disinfektan pertama dilakukan di gedung sekretariat daerah, pada ruang Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi. Ruang rapat sekretaris daerah hingga toilet-toilet juga tidak luput dari penyemprotan.

Sementara penyemprotan disinfektan berlangsung, Kalaksa BPBD Kabupaten Pringsewu mendampingi Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi, dalam peninjauan kesiapan peralatan penanganan COVID-19 di kantor Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan sendiri telah menyatakan kesiapan peralatan juga fasilitas perawatan bila pada akhirnya ditemukan pasien positif corona di Bumi Jejama Secancanan ini. Semoga tidak terjadi, ya, lur. Doakan semua sehat.

Giliran Senin malamnya anggota Satgas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) dan Satgas Pemadam Kebakaran (Satgas Damkar) BPBD Kabupaten Pringsewu melakukan sosialisasi physical distancing di sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi warga khususnya muda-mudi, seperti di Pendopo Kabupaten yang terdapat pusat jajanan, serta pusat pertokoan di Kecamatan Pringsewu. Dalam kegiatan ini, Satgas PB dan Damkar tidak sendiri melainkan bersama dengan aparat dari Polres Pringsewu, Koramil Pringsewu, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Selasa (24/3/2020) BPBD Kabupaten Pringsewu masih ada kegiatan di luar, lur! Sungguh luar biasa! Bayangkan, pukul 06.00 WIB saat pagi masih adem-ademnya, Kalaksa BPBD sudah nongkrong di Terminal Gadingrejo bersama rekan-rekan kerja dari Dinas Kesehatan dalam rangka menjalankan fungsi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tujuan pencegahan penyebaran COVID-19 ialah pengecekan dan pemeriksaan suhu tubuh bagi pengemudi dan penumpang kendaraan bus maupun angkutan antar kota antar provinsi (AKAP). Jadi, baik sopir, kernet, penjual tiket, penumpang yang hendak naik dan turun bus, diperiksa suhunya dengan alat Thermogun Thermometer Infrared. Selain itu, disemprotkan juga hand sanitizer kepada warga yang berada di terminal.

Bagaimana, para sedulur, kegiatan BPBD Kabupaten Pringsewu tetap banyak, kan? Pagi ini saja, terjadwal sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, kami melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya dari jembatan Bulokarto sampai ke Pendopo Kabupaten Pringsewu. Penyemprotannya menggunakan selang dari mobil pemadam kebakaran, bukan alat semprot pertanian, kesuwen! Semoga para sedulur yang memiliki tempat usaha berupa rumah makan di sepanjang jalan tersebut telah mengetahui pengumuman yang disebar lewat pengeras suara, Facebook, dan Whatsapp sejak kemarin sore. Sehingga tidak membuka tempat makannya di jam penyemprotan.

Demikian yang bisa admin sampaikan dan BPBD Kabupaten Pringsewu kembali mengingatkan kepada para sedulur bahwa bencana bisa berasal dari alam dan non-alam. Bencana non-alam bisa diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non-alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Nah, bilamana kewaspadaan kita sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, akan tetapi bencana tetap menghampiri, jangan panik dan segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Salam BPBD: tanggap, tangkas, tangguh!

(p&u)

Leave a Response