Gerak Cepat Tim Terpadu Penanggulangan Bencana Pringsewu

Musim hujan telah tiba dan intensitasnya tidak bisa diterka secara pasti meski prakiraan cuaca dari BMKG rutin dibagikan

BPBD, Pringsewu.

Beralihnya musim dari kemarau ke banjir secara natural turut disertai kemunculan peristiwa bencana sesuai dengan potensi bahaya alam yang tersedia. Bila periode Agustus hingga Desember tahun lalu BPBD Kabupaten Pringsewu kerap memberitakan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini sejak tahun berganti angka cantik 2020, kami ganti memberitakan kejadian bencana banjir, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Mengenai kejadian bencana terbaru, seperti yang mungkin telah diketahui oleh para sedulur BPBD Kabupaten Pringsewu via media sosial, pada Selasa malam (21/01/2020) lalu di Kecamatan Pagelaran terjadi hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 21.00 WIB. Cuaca yang demikian kemudian menyebabkan satu pohon tumbang yang menimpa sebuah rumah warga di Pekon Sumberejo, RT 04/RW 01, milik Bapak Paikin. Laporan kejadian dari warga diterima salah satu anggota Tim Terpadu Penanggulangan Bencana sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah tim berkumpul, di mana BPBD Kabupaten Pringsewu diwakili langsung oleh Kepala Pelaksana, Edi Sumber Pamungkas, dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sugeng Pramono, bersama-sama menuju lokasi kejadian pada pukul 22.30 WIB. Kondisi peninjauan lokasi tentunya tidak ideal dilakukan saat menjelang tengah malam dan hujan, sehingga Tim Terpadu Penanggulangan Bencana memutuskan untuk kembali pada pagi keesokan harinya.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu pagi (22/01/2020) Kepala Pelaksana, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pringsewu dengan turut membawa serta Satgas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana (PB) kembali mengunjungi kediaman Bapak Paikin. Sebagai bagian tidak terpisahkan dari Tim Terpadu Penanggulangan Bencana, Kepala Polres Pringsewu turut hadir membawa Kabag Ops dan anggotanya, juga Babinsa mewakili Danramil setempat, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu.

Kunjungan pada pagi itu selain bertujuan memberikan bantuan bahan makanan dari tim, juga dimaksudkan melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Untuk urusan ini, kepiawaian Satgas Damkar dan PB BPBD Kabupaten Pringsewu telah teruji. Dibantu sejumlah warga yang tinggal di sekitar, pohon yang tumbang dipotong dengan chainsaw untuk selanjutnya dipindahkan dengan cara menarik secara gotong royong. Usai evakuasi pohon tumbang dan pemberian bantuan, dilaksanakan pemasangan stiker yang berisi pesan untuk mewaspadai bencana dan nomor pengaduan kejadian bencana, yakni (0729) 21108.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pringsewu tidak lupa mendata kerugian yang timbul akibat pohon tumbang. Pastinya, ada satu hal yang patut disyukuri, yaitu tidak ada korban jiwa maupun luka. Adapun kerugian secara materiil jelas terlihat dari kerusakan rumah di bagian ruang tamu, dapur, dan toilet. Pendataan yang dilakukan pada hari Selasa menjadi dasar untuk memberikan bantuan selanjutnya.

Berdasarkan data kerugian yang didapat, pada Kamis (23/01/2020), BPBD Kabupaten Pringsewu kembali ke kediaman Bapak Paikin untuk menyampaikan bantuan berupa satu set perlengkapan dapur, satu paket sembako, dan satu set family kit, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Penyerahan bantuan ini secara simbolis dilakukan oleh Kepala Pelaksana BPBD beserta staf, dan disaksikan secara langsung oleh Kabag Ops Polres Pringsewu, perwakilan Danramil, Camat Pagelaran, dan perwakilan Kepala Pekon Sumberejo. Sebagai pengantar, Edi Sumber Pamungkas berharap agar bantuan ini mampu meringankan beban keluarga yang rumahnya menjadi korban pohon tumbang. Kemudian, sebagai penutup, Abdul Haris selaku Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Pringsewu mengingatkan aparat pekon agar segera mengurus berkas persyaratan pengajuan bantuan uang tunai dari pemerintah daerah kepada Bapak Paikin.

Kepada segenap warga Kabupaten Pringsewu, Kepala Pelaksana BPBD menyampaikan pesan singkat ini. Musim hujan telah tiba dan intensitasnya tidak bisa diterka secara pasti meski prakiraan cuaca dari BMKG rutin dibagikan. Sehingga, potensi terjadinya bencana banjir, puting beliung, tanah longsor, maupun pohon tumbang otomatis meningkat. Siaga menghadapi bencana alam bisa diawali dengan mengenali lingkungan tempat anda tinggal atau bekerja. Perhatikan bahaya-bahaya apa saja yang mengintai. Kemudian siapkan upaya pencegahan yang bisa saja berupa rencana aksi/tindakan maupun penyediaan peralatan penyelamatan seperti pelampung atau tali tambang di tempat tinggal dan tempat kerja.

Jika upaya pencegahan mandiri dirasa tidak cukup membantu, pertimbangkan untuk melibatkan pihak lain yang profesional. Dengan demikian, bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi bencana serta musibah tetap terjadi, jangan terhanyut dalam penyesalan. Segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Salam BPBD: tanggap, tangkas, tangguh!

(p&u)

Leave a Response