Ini Yang Dilakukan BPBD Pringsewu Saat “Menganggur”, Nomor 7 Bikin Kamu Tercengang!

… menandakan kedekatan dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Pringswu atas eksistensi BPBD

Pringsewu, BPBD.

Mungkin di antara pembaca sekalian ada yang pernah bertanya, “Apa yang dilakukan BPBD bila sedang tidak terjadi bencana?”. Apakah Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibekukan atau dibubarkan karena pegawainya hanya menganggur dan “magabut” alias makan gaji buta? Tentu tidak.

Dalam kondisi damai, tenang, dan adem ayem, orang-orang yang bekerja di BPBD, baik sebagai administrator (ASN) maupun Satgas Penanggulangan Bencana (PB) dan Satgas Pemadam Kebakaran (Damkar), selalu memiliki pekerjaan “sampingan” yang bisa mengisi hari. Pekerjaan “sampingan” yang dimaksud ialah semua kegiatan yang tidak tercantum dalam tugas pokok dan fungsi organisasi. Bahkan, terhubung dalam visi misi BPBD pun tidak.

Bila menyesuaikan dengan visi misi dan tupoksi organisasi, BPBD Kabupaten Pringsewu terus bekerja melindungi masyarakat dari ancaman bencana melalui pengurangan risiko, merencanakan sistem penanggulangan bencana yang andal, serta menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinir dan menyeluruh. Implementasinya tentu menyesuaikan kondisi kebencanaan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Misal, bicara pencegahan dan mitigasi, BPBD menyelenggarakan diseminasi (semacam sosialisasi intensif) pembentukan Desa Tangguh Bencana, pelatihan dan simulasi menghadapi bencana gempa dan kebakaran ke sekolah-sekolah, atau usulan pembangunan prasarana tertentu di tempat yang rawan banjir serta longsor.

Berhubung tugas-tugas di atas dikerjakan dalam waktu-waktu yang telah terjadwal, pastinya ada hari-hari atau minggu-minggu tertentu di mana BPBD terlihat lebih santuy (santai). Nah, ketika saat yang dimaksud tiba, pegawai yang mengabdi di BPBD Kabupaten Pringsewu siap, bersedia, dan bisa-bisa saja mengerjakan beberapa hal di bawah ini:

(1) Bersih-Bersih Pendopo
Rabu pagi (28/08/2019), Bapak M. Khotim, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu, terlihat sedang gelisah. Sebabnya, beliau baru saja melewati pendopo kabupaten dalam perjalanan menuju kantor dan mendapati penampakan yang sangat kotor. Noda dan bercak cokelat kehitaman merata mewarnai lantai keramik. Ingin turun membersihkan, tetapi di luar tupoksi organisasi. Didiamkan, bangunan yang dimaksud dengan kantor BPBD hanya berjarak kurang dari 100 meter. Ibaratnya tetangga samping rumah.

Syahdan, tetap saja Bapak M. Khotim menggerakkan para bawahannya berjalan kaki sembari menggenggam gagang sapu, pel, dan sikat. Satu mobil pemadam diberangkatkan, dikawal 15 personel Satgas Damkar. Komandan Pleton, Tabrani, dan Sekretaris BPBD, Teguh Prasetyo, menyusul di belakang iring-iringan. Setelah lantai pendopo dibasahi, serentak tim bersih-bersih BPBD Kabupaten Pringsewu bekerja. Kegiatan sukarela ini dimulai pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Di tengah resik-resik, sesekali rekan kerja dari Satpol PP dan Pramuka menyapa ramah. Kebetulan dua yang disebutkan berkantor di sekitar pendopo. Kegiatan menjadi tidak terasa melelahkan karena diiringi senda gurau dan iringan musik dangdut.

(2) Menyiram Tanaman
Kegiatan bercocok tanam di wilayah yang jauh dari sumber air, terlebih di musim kemarau, memang tidak dianjurkan. Pasalnya, ketika tanaman berada pada umur yang mendekati panen, asupan air mesti terjaga demi menghindari tanaman mati karena kekeringan. Situasi tidak menguntungkan ini dialami oleh ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada pertengahan Agustus, yang mengelola kebun sayur di Pekon Bandung Baru Barat.

BPBD Kabupaten Pringsewu

Akhirnya, melalui permohonan yang dilayangkan Ketua TP PKK Kabupaten Pringsewu, Ibu Hj. Nurrohmah Sujadi, satu mobil pemadam diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan penyiraman. Kegiatan ini tidak bisa dibilang tidak penting karena secara kebetulan Pekon Bandung Barat, Kecamatan Adiluwih, dipilih untuk mewakili Kabupaten Pringsewu pada lomba Peningkatan Peranan Perempuan menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P3KSS) dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2019.

(3) Menyiram Lapangan
Sebelumnya menyiram tanaman, sekarang menyiram lapangan. BPBD melalui Satgas Damkar memang hobi basah-basahan. Sama-sama di pertengahan Agustus, tepatnya sebelum tanggal 17, Kantor BPBD Kabupaten Pringsewu banyak mendapat surat permohonan dari kecamatan dan pekon. Isinya meminta bantuan agar lapangan milik kecamatan dan pekon disiram pada malam hari sebelum digunakan apel esok paginya. Tercatat penyiraman dilakukan di lapangan Gadingrejo, Gumuk Mas, Pagelaran, dan Pardasuka.

Selain lapangan kecamatan atau pekon, penyiraman untuk mengurangi debu turut dilakukan Satgas Damkar di lapangan kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, dan Makam Pahlawan Sukoharjo. Kegiatan seperti ini tidak berarti tanpa risiko, buktinya ada dua kejadian kebakaran di hari yang sama dengan penyiraman, sehingga mobil pemadam harus melakukan isi ulang air terlebih dahulu sebelum menuju ke lokasi kejadian.

(4) Baris-berbaris/Defile
Upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu kemarin, agak lain dari biasanya. Tidak ada barisan peserta upacara dari ASN di OPD, digantikan beberapa pleton dari CPNS pengangkatan tahun 2019. Untuk memenuhi lapangan, siswa SMA, ormas-ormas, anggota TNI, anggota Polri, dan satgas yang berada di bawah OPD dikerahkan.

Satgas yang dimaksud di antaranya berasal dari Dinas Perhubungan, Badan Satuan Polisi Pamong Praja, dan BPBD. Ternyata, kehadiran peserta upacara dengan pletonnya masing-masing, dilombakan dalam parade defile. Setelah satu persatu berparade, pleton BPBD yang diisi Satgas PB dan Satgas Damkar memperoleh juara III. Lumayan.

(5) Makan-Makan
Kebanyakan pegawai administrasi di BPBD membeli dari luar atau pulang ke rumah untuk santap siang. Namun, Satgas PB dan Satgas Damkar bergantung dari bekal yang disiapkan istri masing-masing. Adapun tengah dan sore hari rutin menjadi waktu makan bersama di kantor.

Kabar menggembirakan perihal makan-makan biasanya datang dari Ibu Eliyana Khotim. Sangat sering beliau mengirimkan makanan untuk personel Satgas PB dan Satgas Damkar yang naik piket. Utamanya saat malam hari karena bekal yang dibawa hanya cukup untuk dua kali makan.

(6) Bernyanyi
Siapa yang tidak suka menyanyi, setidaknya sendirian di kamar mandi? Kalau suara sumbang, mungkin layak disimpan. Kalau merdu, wajib diadu di atas panggung setiap ada perayaan. BPBD Kabupaten Pringsewu punya dua jago dalam urusan ini. Pertama, kepala pelaksana, Bapak M. Khotim. Kedua, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bapak Ananto. Terakhir, yang berhasil diabadikan, Bapak M. Khotim berduet dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, Bapak Budiman. Momennya ketika sedang dilakukan penilaian lomba Peningkatan Peranan Perempuan menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P3KSS) dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tingkat Provinsi Lampung, di Pekon Bandung Barat, Senin, 19 Agustus 2019.

Satgas PB dan Satgas Damkar juga tidak mau kalah. Biasanya, bermodal ponsel pintar, koneksi internet, dan wireless microphone milik kantor, lomba karaoke kecil-kecilan digelar. Di bagian belakang kantor, mereka menghibur diri. Namun, kegiatan ini tidak menanggalkan kewaspadaan terhadap laporan bencana yang masuk ke kantor karena selalu ada petugas yang berjaga di pos komunikasi.

(7) Menangkap Binatang
Boleh percaya, boleh tidak. BPBD Kabupaten Pringsewu sering menerima panggilan masuk yang perihalnya sulit dikategorikan. Apakah itu bisa dibilang darurat, kondisi mengancam, atau musibah. Jelasnya tidak masuk kategori bencana. Tambah lagi, di antara pegawai BPBD sering berdebat mengenai laporan tentang hal-hal ini mestinya masuk dan dilakukan penanganan oleh dinas atau satuan apa.

Satgas PB dan Satgas Damkar pernah mengevakuasi hewang sigung (warga biasa menyebut senggung) yang masuk ke rumah warga. Tidak jarang menangkap ular, juga dari rumah atau kandang ayam milik warga. Lainnya, memusnahkan sarang tawon yang berada di atap rumah penduduk. Masih kurang? Nih, menyelamatkan kucing liar yang tidak bisa turun dari atas pohon!

BPBD Kabupaten Pringsewu

Kegiatan-kegiatan semacam ini jarang sekali diabadikan karena kebanyakan ditangani pada malam hari, dan memang personel yang membantu tidak terpikir berfoto karena merasa heran pekerjaannya melebar sampai ke sini. Namun, dipandang dari sisi lain, aduan masuk semacam ini–yang tidak mungkin ditolak–menandakan kedekatan dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Pringsewu atas eksistensi BPBD.

Kiranya demikian sajalah yang BPBD bisa bagikan mengenai kegiatan yang dilakukan saat sedang “menanggur”. Semoga bisa menghibur pembaca tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Sebelum diakhiri, musim kemarau menjadikan kayu dan aneka jenis sampah menjadi bahan-bahan yang lebih mudah terbakar. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya musibah kebakaran di lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Pringsewu tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam menghadapi datangnya bencana alam maupun musibah kebakaran.

Bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi bencana serta musibah tetap terjadi, segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

(p&u)

Leave a Response