Tentang APAR, Berikut Ini Yang Bisa BPBD Bantu

… sampai dengan melatih karyawan di tempat usaha/kantor pemerintah agar dapat mengoperasikan APAR apabila diminta.

Pringsewu, BPBD.

Masih ingat tulisan hal-hal yang bisa dikerjakan BPBD Kabupaten Pringsewu saat sedang santuy, baik oleh ASN maupun satgasnya? Nah, yang satu ini bisa juga ditambahkan ke daftar, yakni kegiatan penyebaran Surat Edaran Bupati Pringsewu yang terbit pada 29 Mei 2019 dengan Nomor 800/337/LL.01/2019 tentang Penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Setiap Bangunan Umum. Jadi, kepada seluruh penanggungjawab fasilitas umum, kantor, baik milik pemerintah atau swasta, diharapkan kerja samanya saat kegiatan di atas dilaksanakan karena sifatnya resmi.

Pagi ini (14/10/2019) Toto Heriyanto, anggota Satgas Damkar BPBD Kabupaten Pringsewu, mengisi waktu luang–tidak ada bencana–dengan mendatangi dua tempat usaha dan satu sekolah yang berada di samping dan depan kantor BPBD. Bermodal surat perintah tugas (SPT) yang terbit sejak 27 Juni 2019, Toto menyampaikan edaran bupati sembari menjelaskan dasar hukum berupa Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu Nomor 09 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Peraturan daerah (perda) tersebut menyatakan bahwa setiap bangunan umum yang dimiliki pemerintah maupun swasta, yang menjadi tempat berkumpul, harus dilengkapi APAR.

Keberadaan APAR di tempat berkumpulnya orang banyak menjadi penting karena difungsikan sebagai pertolongan pertama saat kebakaran, sebelum petugas pemadam tiba ke lokasi. Perlu diingat bersama, Kabupaten Pringsewu tidak atau belum memiliki rekam kejadian bencana berskala besar dan berdampak luas dari gempa bumi, banjir, erupsi gunung berapi, puting beliung, juga tanah longsor. Justru yang paling banyak terjadi dan menjadi penanganan BPBD Kabupaten Pringsewu adalah kejadian-kejadian yang terkategori sebagai musibah seperti kebakaran. Sehingga, wajar pemerintah daerah menerbitkan kebijakan yang mendasari kegiatan-kegiatan yang diserahkan kepada BPBD dalam hal pencegahan terhadap musibah–dalam hal ini kebakaran.

Kemudian, peran BPBD Kabupaten Pringsewu tidak lantas berhenti pada penyebaran surat edaran bupati saja, melainkan berlanjut pada tahap pembinaan sesuai yang tertuang di paragraf terakhir. Seperti apakah pembinaan yang dimaksud? Pendataan, tentunya. Mulai dari mengisi daftar badan-badan usaha atau kantor-kantor pemerintah mana saja yang sudah atau belum dilengkapi APAR. Berapa bobot dan jumlah tabung APAR yang terpasang. Kesesuaian antara luas bangunan dengan jumlah APAR yang disediakan. Mengecek penempatan tabung APAR. Menentukan jenis APAR yang sesuai kebutuhan, apakah berbahan bubuk (powder), CO2, atau busa (foam). Terakhir, sampai dengan melatih karyawan di tempat usaha/kantor pemerintah agar dapat mengoperasikan APAR apabila diminta.

Siaga menghadapi bencana atau musibah berawal dengan mengenali lingkungan tempat anda tinggal atau bekerja. Perhatikan bahaya-bahaya apa yang mengintai. Kemudian siapkan upaya pencegahan yang bisa saja berupa rencana aksi/tindakan dan peralatan. Jika upaya pencegahan mandiri dirasa tidak cukup membantu, pertimbangkan untuk melibatkan pihak lain yang profesional. Dengan demikian, bila kewaspadaan sudah ditingkatkan dan upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi bencana serta musibah tetap terjadi, jangan terhanyut dalam penyesalan. Segera hubungi BPBD di nomor (0729) 21108.

Salam BPBD: tanggap, tangkas, tangguh!

(p&u)

Leave a Response